Sistem Osilasi
Nama : Melvin Erlina Putri
NIM : 210343606417
SISTEM OSILASI
A.
Pengertian
Gaya bolak balik yang terjadi pada suatu
benda di lintasan yang sama dan melewati titik setimbangnya.
Suatu benda pada keadaan setimbang dan
diberi suatu gaya disebut dengan osilasi, sehingga benda tersebut bergerak
secara bolak-balik, syarat terjadunya osilasi adalah ketika suatu benda
mengalami kondisi diam apabila tidak menerima gaya. Osilasi bisa disebut dengan
getaran. Jenis getaran dibagi menjadi 2, yaitu :
1.
Getaran Bebas :
Getaran yang apabila setelah diberi suatu gaya system mekanis dibiarkan
bergetar secata bebas.
Contoh : Memukul garpu tala dan membiarkannya bergetar
2.
Getaran Paksa :
Getaran yang dipaksakan pada suatu system mekanis sehinga menyebabkan
benda bergerak secara bolak-balik.
Contoh : Getaran gedung pada saat gempa bumi
Secara teknis, Osilasi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
a.
Osilasi Harmonis Sederhana
b.
Osilasi Harmonis Kompleks
Pada osilasi harmonis, ada sebuah gerak harmonis sederhana. Dalam istilah
hasil pengukuran elektro disebut dengan flicker, yaitu gangguan yang dapat
mengubah bentuk gelombang menjadi rusak atau cacat.
Ketika
sebuah benda dengan berat tertentu ditepatkan pada ujung pegas kemudian ditarik
sejauh A lalu dilepas, apakah yang terjadi?
Benda tersebut pastinya akan ditarik dengan gaya pegas
melewati x = 0, lalu menuju ke A negatif, kemudian berbalik ke arah x = A
negatif, dan kembali melewati x = 0, kemudian ke x = A dan berbalik arah.
B.
Fenomena dalam bidang Bioteknologi
Saat benda bergetar udara
disekitarnya akan ikut bergetar sehingga menciptakan
gelombang bunyi. Gelombang bunyi tersebut akan merambat
melalui udara sehingga ditangkap oleh daun telinga dan akhirnya menggetarkan
gendang telinga. Pada saat gendang telinga bergetar maka getaran tersebut akan
diteruskan ke tulang pendengaran, yang berfungsi untuk memperkuat getaran. Kemudian getaran akan
diteruskan ke telinga bagian dalam dan koklea akan merubah getaran tersebut
menjadi implus yang akan diteruskan ke otak dan mengartikannya menjadi suara
(music).
C.
Teknologi dalam bidang Bioteknologi
Teknologi Sonic Bloom merupakan upaya untuk
meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui perkembangan teknologi agriculture
dengan memanfaatkan gelombang bunyi yang mempunyai frekuensi tinggi. Penggunaan
frekuensi tingkat tinggi pada tanaman tersebut dapat merangsang bukaan daun
stomata untuk tetap terbuka. Bila teknologi ini digunakan dengan benar,
rangsangan suara ini dapat merangsang metabolisme sel tumbuhan. Hal tersebut
akan meningkatkan penyerapan uap air dan nutrisi melalui daun.
D.
Permasalahan Kontekstual dalam bidang
Bioteknologi
Sinar Ultraviolet
merupakan gelombang elektromagnetik. Gelombang merupakan
salah satu penerapan osilasi. Sinar UV
terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu UVA & UVB. Paparan sinar UVB hanya
mencapai lapisan luar kulit (epidermis), sedangkan sinar UVA mampu mencapai
sampai lapisan tengah kulit (dermis).
Salah
satu bahaya yang disebabkan oleh sinar UV yang berlebihan adalah kulit bisa
terbakar, menimbulkan kemerahan, menyebabkan penyakit kulit seperti kanker
kulit.
Salah satu
solusi untuk menghadapi permasalahan tersebut adalah dengan cara menggunakan
tabir surya (sunscreen) yang mengandung SPF minimun 15. Penggunaan sunscreen
harus di reapply setiap 2 jam sekali.
Solusi
lain yang bisa digunakan adalah membuat lotion alami untuk tabir surya yang
dapat mengatasi kulit yang terbakar karena sinar matahari. Dengan memanfaatkan
spirulina palentis yang merupakan mikro algae dan merupakan jenis cyanobacteria
atau bakteri yang mengandung klorofil. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Indonesia oleh masyarakat
karena mempunyai sejumplah manfaat bagi tubuh seperti menjaga Kesehatan
jantung, memperbaiki imun, dan meredakan gejala alergi. Tidak hanya itu
spirulina palentis juga mempunyai sifat antibakteri, anti radang dan
antikanker. Ekstra Spirulina platensis mengandung antioksida fikosianin dan
fikosianobilin yang berpotensi sebagai tabir surya. Ekstra spirulina palentis mampu menurunkan kadar malodialdehid (MDA)
potensi kulit rusak setelah paparan sinar UVB, sehingga menekan penurunan
terjadinya apoptosis sel (kematian sel).
Rujukan : https://www.saturadar.com/2019/09/Pengertian-Osilasi.html

Komentar
Posting Komentar